Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan literasi pangan dan gizi masyarakat. Mengusung tema The Urban Farm-to-Table: Advancing Nutritional Literacy and Gastronomy of Local Superfoods, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 9 Juli 2026 di Yabbiekayu Eco-Bungalows & Restaurant, Yogyakarta.
Kegiatan ini diketuai oleh Farah Faza, S.Gz, M.Gizi bersama rekannya, Dr. Artnice Mega Fathima, M.Eng, yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan Youth Climate Food Camp tahun 2025 dengan fokus peningkatan kesadaran generasi muda mengenai keterkaitan antara perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan. Jika pada tahun sebelumnya peserta diajak memahami pentingnya sistem pangan berkelanjutan, maka tahun ini peserta memperoleh pengalaman langsung untuk mengolah pangan lokal menjadi hidangan yang sehat, lezat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung konsep farm-to-table, kegiatan diawali dengan tur kebun bersama fasilitator Yabbiekayu. Peserta diajak mengenali berbagai tanaman pangan dan edible plants yang tumbuh di sekitar lingkungan, sekaligus memanen beberapa bahan segar yang kemudian digunakan dalam sesi memasak. Pengalaman memanen langsung memberikan perspektif baru bahwa pangan sehat dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan tidak selalu bergantung pada bahan pangan yang diproduksi secara massal. Setelah eksplorasi kebun, peserta mengikuti sesi memasak interaktif dengan mengolah hasil panen menjadi dua menu khas Yabbiekayu, yaitu Yabbiekayu Garden Salad dan Urap Salad ala Yabbiekayu. Melalui praktik ini, peserta tidak hanya mempelajari teknik memasak yang mempertahankan kualitas gizi bahan pangan, tetapi juga memahami bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan yang menarik, bernilai gizi tinggi, dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat urban.
Kegiatan diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, karyawan, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap isu pangan, gizi, kesehatan, dan keberlanjutan. Keberagaman peserta menciptakan diskusi yang dinamis serta memperkaya pertukaran pengalaman selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai konsep farm-to-table, pemanfaatan pangan lokal, whole food, serta teknik pengolahan pangan yang lebih sehat. Banyak peserta juga mengaku terinspirasi untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan, mengurangi penggunaan minyak dalam memasak, dan meningkatkan konsumsi pangan lokal dalam menu sehari-hari. Sebagian besar peserta menyatakan memiliki niat untuk menerapkan praktik yang dipelajari setelah kegiatan berakhir, menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman mampu mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya pangan lokal, tetapi juga memiliki keterampilan untuk mengolah dan mengonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai mitra serta pembentukan jejaring pembelajaran yang mendorong lahirnya agen-agen perubahan dalam mewujudkan pola makan sehat, ketahanan pangan, dan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
SDGs 3. Good Health and Well-being, SDGs 12. Responsible Consumption and Production, SDGs 13. Climate Action.