Kuala Lumpur, Malaysia – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 30–31 Mei 2026. Tim multidisiplin yang terdiri atas Ikhlasul Amal (Fakultas Biologi), Qorina Nisrina Hafshah (Fakultas Teknologi Pertanian), Zikra Fataha Al Mutansir (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan), Diva Nadiartalika, dan Athar Rosyad Partadireja (Fakultas Psikologi) berhasil meraih Silver Medal serta penghargaan Favorite Poster Theme Food melalui inovasi bertajuk “CalmBar: An Integrative Functional Food Model Combining Neuroactive Nutrients and Sensory Grounding.”
International Youth Summit merupakan kompetisi dan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan dan inovasi dalam menjawab tantangan global. Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh lebih dari seribu peserta dengan beragam latar belakang keilmuan dan tema inovasi. Melalui kolaborasi lintas disiplin, tim UGM mengangkat isu kesehatan mental remaja yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan secara global, khususnya gangguan kecemasan (anxiety). Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mengembangkan CalmBar, sebuah functional snack bar yang mengintegrasikan pendekatan ilmu gizi, teknologi pangan, dan psikologi sebagai upaya preventif untuk mendukung manajemen kecemasan ringan pada remaja.
CalmBar diformulasikan menggunakan berbagai bahan pangan alami yang memiliki kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif yang berperan dalam mendukung fungsi sistem saraf. Bahan utama yang digunakan meliputi kacang hijau, biji labu (pumpkin seeds), duckweed (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, dan Virgin Coconut Oil (VCO). Kombinasi bahan tersebut menghasilkan produk yang kaya protein nabati, asam lemak esensial, magnesium, zat besi, serat pangan, serta berbagai senyawa bioaktif seperti GABA (Gamma-Aminobutyric Acid), triptofan, dan mentol.
Dari perspektif ilmu gizi, kandungan tersebut memiliki potensi dalam mendukung regulasi neurotransmiter yang berperan dalam pengaturan suasana hati dan respons stres. Sementara itu, dari sisi teknologi pangan, tim melakukan berbagai perlakuan pengolahan untuk mengoptimalkan kandungan senyawa fungsional pada bahan baku. Salah satunya adalah proses perendaman dan perlakuan khusus pada kacang hijau untuk meningkatkan kandungan GABA, serta pengeringan terkontrol pada duckweed dan peppermint guna mempertahankan kualitas zat gizi dan senyawa bioaktif yang sensitif terhadap panas.
Menurut Zikra, mahasiswa Program Studi Gizi FK-KMK UGM sekaligus anggota tim, inovasi ini berangkat dari konsep bahwa pangan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi, tetapi juga dapat menjadi media pendukung kesejahteraan psikologis. “Kami mencoba mengintegrasikan konsep nutritional neuroscience dengan pendekatan sensory grounding. Jadi, CalmBar tidak hanya menawarkan kandungan gizi yang mendukung fungsi saraf, tetapi juga menghadirkan pengalaman konsumsi yang dirancang untuk membantu individu lebih sadar terhadap kondisi dirinya saat mengalami kecemasan,” jelasnya.
Keunikan CalmBar juga terletak pada desain kemasannya yang bersifat edukatif. Kemasan produk dilengkapi dengan panduan latihan pernapasan (breathing exercise) dan teknik grounding 5-4-3-2-1 yang memanfaatkan lima indera untuk membantu mengalihkan fokus individu dari pikiran yang memicu kecemasan menuju kondisi saat ini (present moment awareness). Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengubah perilaku emotional eating menjadi strategi regulasi emosi yang lebih adaptif melalui praktik mindful eating.
Selain aspek fungsional, karakteristik sensoris produk juga dirancang secara khusus. Perpaduan rasa manis alami dari madu dan kismis, sensasi segar peppermint, aroma khas hasil proses pemanggangan, serta kombinasi tekstur renyah dan lembut diharapkan dapat memberikan pengalaman konsumsi yang menyenangkan sekaligus mendukung proses sensory grounding. Keberhasilan tim UGM dalam kompetisi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan masa kini. Inovasi CalmBar juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan mental. Melalui capaian ini, tim berharap CalmBar dapat dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian lanjutan dan uji efektivitas sehingga berpotensi menjadi salah satu inovasi pangan fungsional yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan remaja di masa mendatang.