Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM sukses menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture bertemakan Nutrigenomic Direct-to-consumer Tests secara daring pada Selasa, 17 Maret 2026. Acara ilmiah yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menjadi wadah strategis dalam memperbarui perkembangan ilmu gizi berbasis genetik. Melalui forum internasional ini, Departemen Gizi Kesehatan membuktikan komitmen nyata dalam mendukung SDGs nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi global demi pembangunan berkelanjutan. Sinergi lintas negara ini diharapkan dapat terus memacu inovasi dan memperluas jaringan akademik di masa depan.
Kuliah umum interaktif ini dihadiri dan diikuti oleh seluruh mahasiswa program studi S1 Gizi semester 4 yang sedang menempuh mata kuliah Nutrigenomik. Tidak hanya mahasiswa, segenap civitas akademika UGM lainnya juga turut berpartisipasi aktif dalam memadati ruang pertemuan virtual tersebut. Kehadiran para peserta mencerminkan implementasi nyata dari SDGs nomor 4 mengenai Pendidikan Berkualitas yang inklusif dan menyediakan kesempatan belajar seumur hidup. Melalui ruang diskusi ini, universitas berhasil menyediakan akses materi yang bermutu tinggi untuk meningkatkan kapasitas intelektual masyarakat akademis.
Jalannya diskusi ilmiah yang dinamis ini dipandu secara apik oleh Dian Caturini Sulityoningrum, B.Sc., M.Sc., Ph.D. selaku moderator acara. Di bawah arahan beliau, sesi utama diisi dengan pemaparan hasil riset mendalam yang disampaikan oleh narasumber ahli, Caitlin McCartney. Ph.D Candidate dari Monash University tersebut mengupas tuntas potensi serta tantangan alat uji nutrigenomik yang kini dapat diakses langsung oleh konsumen. Para peserta pun memanfaatkan momentum berharga ini untuk menggali perspektif global terkait hubungan antara variasi genetik dan respons tubuh terhadap nutrisi.
Topik mutakhir yang diangkat dalam kuliah umum ini sangat relevan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di era modern. Pembahasan mengenai teknologi nutrigenomik ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDGs nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan gen dan nutrisi dapat membantu menjamin kehidupan sehat serta meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk di semua usia. Kegiatan ini pun resmi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menerapkan ilmu yang didapat demi kemajuan layanan kesehatan masa depan.
